Saya punya pengalaman menarik ketika pertama memakai toner jenis ini, saya mempunyai mesin Photo Copy Canon type IR 5000, setelah pemakaian selama kurang lebih setahun hasilnya berangsur-angsur pudar, dan warna hitam tidak lagi ngeblok (menges), berbagai macam cara saya coba untuk memulihkan hasil copyanya, mulai membersihkan bagian interior mesin, menggangti corona, mengecek tegangan listrik dan sebagainya, hingga hampir putus asa mau tukar tambah mesin baru dengan jenis, merk dan type yang sama, hingga akhirnya ada seorang teman seprofesi yang menyarankan untuk memakai Toner Canon merk King (bungkus kuning).
Akhirnya saya mencoba untuk beralih dari toner yang sebelumnya saya pakai harganya lebih dari Rp. 100.000,- perbungkusnya ke toner King yang harganya dibawah Rp. 100.000,- perbungkusnya, dan ternyata rasa putus asa seakan terobati, hasil copyan menjadi kaya' baru lagi dan harga sebuah produk yang lebih mahal ternyata tidak menjamin untuk hasil yang lebih baik, bisa hemat lebih dari Rp. 25.000 perbungkus dengan hasil yang lebih baik, siapa yang tidak mau.
Mungkin ini hanya sebuah kebetulan dan keberuntungan yang berpihak pada mesin saya, dan saya menghimbau kepada teman - teman seprofesi jangan ini dijadikan sebaga patokan atau saya ingin promosi, mungkin ini bisa jadi alternatif bagi bro-bro yang mempunyai pengalaman dan kasus seperti saya, atau mungkin agan-agan yang lain punya pendapat dan pengalaman menarik yang lebih baik
CV. IndraHadi
Jumat, 03 Juni 2011
Sabtu, 23 April 2011
Mesin Foto Copy
Awal muasal mesin foto copy adalah type Panasonic, karena terlalu ribet paling tidak setiap dua bulan sekali ganti drum, akhirnya kami browsing manual ke Surabaya mencari mesin pengganti yang tidak terlalu sering mengganti onderdil, hingga ketemu dengan canon pada saat itu kami mencoba canon manual 6650, dan selanjutnya NP 6551, dan yang paling canggih sekarang canon ir 5000
Sejarah IndraHadi
Pada pertengahan tahun 1996 IndraHadi Foto Copy mulai didirikan. Pada saat itu ide muncul dari seorang guru muda, yaitu Bpk Ichwan Sawaji asal Dongko yang kebetulan pada saat ide tersebut muncul beliau menjabat sebagai pengurus pada Koperasi Pegawai Negeri "SUBUR". Dan kebetulan pada saat itu ada sebuah ruang milik koperasi yang masih belum digunakan, dan oleh beliau ruangan tersebut disewa untuk usaha foto copy, karena lokasi yang sangat strategis yaitu ditengah-tengah pusat pendidikan ; disebelah barat terdapat sekolah dasar yang bersebelahan dengan kantor Dinas P & K pada saat itu (sekarang UDP) dan disebelah timurnya adalah SMP Negeri, lokasi tersebut hingga kini menjadi pusat keramaian karena posisi berada di tepi jalan raya. Nama IndraHadi sendiri diberikan oleh Bpk. Ichwan Sawaji di awal tahun 2000 an, beliau terinspirasi dari kedua putranya yang bernama Donny Indramawan (mbareb) dan Sofyan Hadi (ragil), jadilah IndraHadi, dan menurut beliau secara sederhana saja dengan penggabungan kedua nama bersaudara bisa diambil suatu pelajaran bahwa sesama saudara seharusnya saling hidup rukun, menjunjung tinggi persaudaraan, saling membantu dan jangan sampai terpecah belah. Pada awal berdirinya IndraHadi Bpk. Ichwan Sawaji mempercayakan pengelolaan kepada adik sepupunya bernama Suwito, yaitu adik dari istrinya ; Wiwit Setiani. Seiring perkembangan usaha Bpk. Ichwan Sawaji membangun sebuah ruko persis di depan KPN Subur (sekarang KP-RI "SUBUR") dimana pada saat itu ada kesempatan penambahan usaha Wartel. Dari usaha wartel tersebut IndraHadi menjadi CV. IndraHadi dengan jenis usaha Foto Copy dan Wartel, yang kemudian usaha wartel resmi gulung tikar pada awal tahun 2007 seiring masuknya alat komunikasi canggih dan praktis yaitu Hand Phone, kami menyebutnya HMD (Hand phone Masuk Desa). Pada pertengahan tahun 2006 usaha Foto Copy tersebut dipercayakan pada si mbareb yaitu Donny Indramawan dan masih eksis sampai saat ini dengan penambahan usaha pengetikan, cetak & edit foto, undangan, makanan ringan, dll.
Langgan:
Entri (Atom)
